PROSES PEMBUATAN BATU BATA

Sediakan perangkat dan bahan yang akan dipakai

Bahan :

  1. Tanah liat
  2. Pasir
  3. Air
  4. Sekam padi
  5. Kayu

Kayu ini bermanfaat untuk menghanguskan Jual bata merah. Banyaknya kayu yang diperlukan bergantung pada banyaknya bata yang bakal dibakar.

Alat :

1.Mesin bajak

Alat ini dipakai untuk mengaduk seluruh bahan agar tercampur merata.

2. Gerobak

Digunakan guna membawa hasil adukan ketempat pencetakan.

3. Alat cetak dan meja cetak

Alat cetak dan meja cetak tercipta dari kayu dan perangkat cetak ini mempunyai 6 kolom,

4. Cangkul

Cangkul ini berpungsi untuk mencari tanah atau mengaduk tanah.

5. Plastik

Plastik ini berpungsi guna menutupi batu bata yang telah di cetak dan yang sudah melewati proses pengadukan, guna menghindari guyuran air hujan. Batu bata yang baru saja di cetak bila terpapar air hujan dapat merusak batu bata dan bakal memperlambat keringnya batu bata.

  1. Proses Pengolahan Tanah

Sediakan tanah yang bakal di cetak dengan cara:

  1. Cangkul tanah liat yang akan dipakai untuk adukan .
  2. Masukkan tanah kedalam empang tempat pengadukan.
  3. Tambahkan air secukupnya.
  4. Tambahkan pasir. Perbandingan tanah liat dan pasir = 1 : 2
  5. Nyalakan mesin bajak, giling sampai seluruh bahan tercampur rata.
  6. Setelah gabungan merata hentikan pengadukan.
  7. Angkut gabungan bahan ketempat pencetakan.
  8. Proses pencetakan
  9. Setelah proses pengolahan tanah selesai, angkat tanah ketempat pencetakan, diamkan sekitar setengah hingga satu hari sambil diblokir dengan plastik.
  10. Sebelum kita mengerjakan pencetakan , taburi cetakan dengan abu terlebih dahulu supaya cetakan tidak lengket. Begitu pun dengan meja cetaknya.
  11. Ambil tanah yang sudah didiamkan tadi, letakkan dan masukkan dalam cetakan yang telah ditaruh di atas meja. Kemudian pukulkan tanah yang sudah di masukkan ke dalam cetakan itu supaya tanah benar-benar padat.
  12. Angkat cetakan dengan tidak banyak menggoyangkannya, sampai Jual bata merah terbit dari cetakan.
  13. Proses Pengeringan bata
  14. Setelah dicetak, lantas batu bata yang masih basah di bentuk memanjang dan melebar cocok kapasitas tempat.
  15. Setelah dibentuk batu bata itu di angin-anginkan guna di keringkan, proses pengeringan waktunya 1 minggu bila suasana cuaca panas, tapi andai keadaan cuaca hujan atau mendung dapat memakan masa-masa lebih lama. Tujuan di keringkan agar daya ikatan bahan tanah powerful dan tidak gampang patah.
  16. Usahakan bata yang di keringkan tidak boleh terlalu terpapar sinar matahari sebab akan membawa akibat negatif untuk kualitas bata
  17. Proses Pembakaran Bata
  18. Setelah batu bata tadi benar-benar kering maka batu bata kering tersebut dihanguskan selama di 1 minggu waktunya siang-malam disebuah ruangan ,atau di sebut Open batu bata yang ruang pembakarannya dapat menampung 15.000 – 20.000 bata. Bahan bakarnya berupa kayu bakar atau memakai sekam.
  19. Setelah tersebut batu bata disusun, kemudian diatas tumpukkan batu bata diberi genteng, supaya panasnya merata selain tersebut juga ,mengurangi asap dari pembakaran itu.
  20. Dalam proses pembakaran dibutuhkan 3 orang pekerja, sebab untuk bergilir mengawal kestabilan panas, supaya batu bata yang didapatkan berkualitas. Bahan bakar yang dipakai ialah kayu. Karena dengan kayu ,pembakarnnya cepat berlalu selain tersebut juga pembakaran dengan kayu, panas yang dimunculkan sangat besar dari pada menggunakan sekam.
  21. Setelah pembakaran berlalu tumpukkan batu bata tersebut dimulai pelahan – lahan dan diangin- anginkan sekitar 4 hari.
  22. Pendinginan Bata

Pendinginan bata di kerjakan selama 1 minggu dan di bentuk di lokasi yang teduh lantas bata siap di perjual belikan.

 

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *